Sunday, August 25, 2019

Pengertian Pengembangan Sdm (Sumber Daya Manusia)

Pengertian Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) – Karyawan merupakan aset yang paling berharga dan benar-benar merupakan tulang punggung suatu organisasi. Setiap karyawan mempunyai peranannya tersendiri dalam berkontribusi terhadap keberhasilan ataupun kegagalan organisasinya. Tanpa Karyawan dalam suatu organisasi, bahkan mesin terbaik dengan tekonologi terbaru dan tercanggih pun tidak akan berfungsi. Oleh alasannya yaitu itu, setiap individu yang berada didalam organisasi merupakan sumber daya sangat penting yang harus dihargai, dipelihara serta dipertahankan.

Karena karyawan yaitu sumber daya yang sangat penting atau sanggup dikatakan sebagai sumber daya yang sangat vital bagi suatu organisasi atau perusahaan, Manajemen pada suatu organisasi ataupun pemilik perusahaan harus menginvestasikan waktu dan sumber daya mereka dalam pembinaan dan pengembangan tenaga kerja atau karyawan yang dimilikinya semoga menjadi sumber daya insan yang diharapkan di kemudian hari. Sumber Daya Manusia (SDM) atau Karyawan harus dikembangkan dan dipersiapkan untuk menghadapi situasi dan tantangan di masa mendatang bahkan untuk menghadapi situasi terburuk sekalipun.

Jadi pada dasarnya, Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Human Resources Development sanggup didefinisikan sebagai inisiatif bersama antara pekerja dan pemberi kerja (atau administrasi perusahaan)  untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan individu yang ada. Pengembangan SDM ini sangat penting bagi organisasi/perusahaan dan juga bagi karyawan yang bersangkutan. Karyawan perlu mengikuti perkembangan terbaru dalam industri untuk sanggup bertahan dari persaingan yang ketat. Sedangkan perusahaan memerlukan sumber daya insan yang terampil dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan  untuk mencapai tujuan organisasinya.

Pengembangan SDM ini membantu menyebarkan dan memelihara karyawan semoga mereka menjadi sumber daya yang andal dan pada jadinya bermanfaat bagi organisasi. Karyawan juga akan menyebarkan rasa keterikatan terhadap organisasi sebagai hasil dari kegiatan pengembangan SDM ini.

Pengembangan SDM ini tidak hanya terbatas pada kiprah tertentu, tetapi bertujuan untuk meningkatkan kepribadian dan perilaku mereka untuk pertumbuhan menyeluruh yang akan membantu mereka menghadapi tantangan di masa depan. Ini mengubah contoh pikir karyawan dan menciptakan mereka lebih menantang atau bersaing.

Organisasi atau perusahaan harus mendorong karyawannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan karyawan. Demikian juga Karyawan juga harus menganggap serius setiap kegiatan peningkatan keterampilan atau acara pengembangan SDM yang diselenggarakan oleh perusahaan.

Pengertian Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) berdasarkan Para Ahli


Untuk lebih terang mengenai Pengembangan SDM ini, berikut ini yaitu beberapa definisi atau pengertian pengembangan SDM (sumber daya manusia) berdasarkan para ahlinya.

  • Silalahi (2000 : 249), Pengembangan sumber daya insan yaitu upaya berkesinambungan meningkatkan mutu sumber daya insan dalam arti yang seluas-luasnya, melalui pendidikan, latihan, dan pembinaan.
  • Price (2011:455), Pengembangan SDM merupakan pendekatan strategis untuk melaksanakan investasi dalam sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya insan menyediakan kerangka kerja untuk pengembangan diri, acara pembinaan dan kemajuan karir yang diubahsuaikan dengan kebutuhan keterampilan dalam organisasi di masa yang akan datang.
  • Bangun (2012), Pengembangan sumber daya insan yaitu proses untuk meningkatkan kemampuan sumber daya insan dalam membantu tercapainya tujuan organisasi.
  • Priansa (2014:146), Pengembangan sumber daya insan sanggup dipahami sebagai penyiapan individu karyawan untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau lebih tinggi di dalam organisasi.
  • Chris Rowley dan Keith Jackson (2012:88), Pengembangan sumber daya insan yaitu sebuah proses yang dilakukan untuk menyebarkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan pekerja, demikian juga dengan kompetensi-kompetensi yang dikembangkan melalui pembinaan dan pengembangan, pembelajaran organisasi, administrasi kepemimpinan, dan administrasi pengetahuan untuk kepentingan peningkatan kinerja.
  • Armstrong (1997:507), Pengembangan sumber daya insan berkaitan dengan tersedianya kesempatan dan pengembangan belajar, menciptakan program-program training yang mencakup perencanaan, penyelenggaraan, dan penilaian atas program-program tersebut.

Perbedaan Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development)


Mungkin banyak diantara kita yang menganggap sama antara pembinaan (training) dan pengembangan (development). Kedua-duanya memang merupakan bab yang tidak terpisahkan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia. Kedua kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan, namun perlu diketahui juga kedua kegiatan tersebut yaitu berbeda.

Pada dasarnya Pelatihan yaitu acara yang diselenggarakan oleh organisasi untuk menyebarkan pengetahuan dan keterampilan pada karyawan sesuai kebutuhan pekerjaan. Sedangkan, Pengembangan yaitu proses pendidikan yang berkaitan dengan pertumbuhan karyawan secara menyeluruh, Pengembangan membangun kepribadian dan perilaku karyawan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Perbedaan Utama antara Pelatihan dan Pengembangan


Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Pelatihan dan Pengembangan yaitu dua kegiatan yang berbeda. Perbedaan utama antara pembinaan dan pengembangan yaitu sebagai berikut :

  • Proses pembelajaran bagi karyawan baru di mana mereka mengetahui kebutuhan keterampilan utama yang diharapkan untuk pekerjaan itu sedangkan Pengembangan yaitu proses pembinaan bagi karyawan yang ada untuk pengembangan menyeluruh mereka.
  • Proses jangka pendek yaitu 3 hingga 6 bulan, tetapi pengembangan yaitu proses yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
  • Proses yang berfokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan untuk pekerjaan ketika ini. Berbeda dengan pengembangan yang berfokus pada pembangunan pengetahuan, pemahaman dan kompetensi untuk mengatasi tantangan di masa depan.
  • Pelatihan mempunyai ruang lingkup terbatas dan berorientasi pada pekerjaan tertentu. Di sisi lain, pengembangan berorientasi pada karier dan karenanya cakupannya relatif lebih luas daripada pelatihan.
  • Dalam pelatihan, penerima mendapat instruktur yang mengajar mereka pada ketika pelatihan. Berbeda dengan pengembangan, di mana manajer mengarahkan dirinya sendiri untuk kiprah di masa depan.
  • Pelatihan pada umumnya dihadiri oleh banyak karyawan atau tenaga kerja, namun pengembangan intinya yaitu penilian diri yang biasanya ditujukan pada pengembangan seseorang atau pada karyawan tertentu saja.